3 Tradisi di Lombok yang Terkenal dan Masih Bertahan hingga Sekarang

3 Tradisi di Lombok yang Terkenal dan Masih Bertahan hingga Sekarang

(sumber : id.lombokindonesia.org)

Indonesia memang kaya akan budaya, tak terkecuali Lombok. Selain punya pantai cantik, Lombok juga memiliki tradisi unik yang tak kalah terkenal, lho. Nah, apa sajakah tradisi unik tersebut? Berikut ini ulasannya.

  1. Tradisi Kawin Culik Suku Sasak

Pernikahan merupakan acara sakral, pun demikian bagi orang-orang Lombok. Namun, ada tradisi unik yang biasa dilakukan oleh calon mempelai sebelum ijab kabul dilakukan. Tradisi yang dimaksud yaitu membawa kabur calon istri dan menyembunyikannya selama beberapa hari sebelum menikahinya. Menariknya, proses kabur ini terdiri dari dua macam, diculik atau lari bersama.

Kalau kawin culik artinya hanya pihak laki-laki saja yang suka. Ya, sang gadis akan dibawa paksa dan disembunyikan di suatu tempat oleh calon mempelai laki-laki. Cara menculiknya pun bermacam-macam. Ada yang diculik saat sedang tidur atau saat sedang berjalan sendirian. Setelah diculik, pihak keluarga pria akan memberitahu keluarga perempuan bahwa anaknya telah diculik.

Sementara itu, kawin lari didasarkan atas rasa saling suka. Biasanya, si perempuan akan lari dari rumah untuk bertemu pria yang dicintainya dan bersembunyi di suatu tempat selama beberapa hari. Nah, bila sudah kabur atau diculik, bagi orang Sasak, suka tak suka akan tetap dinikahkan. Uniknya lagi, bagi Suku Sasak, hanya perempuan yang bisa menenunlah yang boleh menikah.

  1. Tradisi Bau Nyale

Legenda Putri Mandalika merupakan cerita rakyat yang sudah terkenal seantero Pulau Lombok. Konon, dahulu ada putri cantik bernama Mandalika yang memilih menceburkan dirinya ke laut untuk menghindari peperangan para pangeran yang memperebutkan dirinya. Nah, tradisi Bau Nyale sendiri merupakan ritual menangkap cacing laut (nyale) di sepanjang pantai-pantai Lombok yang dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika.

Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun ini selalu diramaikan oleh warga hingga para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Saat Bau Nyale akan dimulai, beberapa pantai di pulau Lombok seperti Pantai Kute, Pantai Tabuan, dan Pantai Seger akan dipadati oleh warga sejak dini hari dengan membawa perlengkapan berburu seperti jaring dan ember.

Setelah itu, ribuan peserta akan mulai menyebar untuk berburu cacing warna-warni tersebut. Ada yang mencarinya di antara bebatuan, ada pula yang menerjang ombak agar bisa meraup ribuan nyale. Setelah fajar terbit, peserta biasanya menyudahi tradisi ini kemudian membawa pulang hasil tangkapannya untuk dimasak. Cacing laut ini pun dipercaya mengandung protein yang tinggi serta memiliki rasa yang nikmat.

  1. Peresean, Tradisi Adu Nyali Para Pria Suku Sasak

Belum dikatakan jantan kalau pria di Lombok tidak mengikuti tradisi yang satu ini. Peresean merupakan ajang adu pukul antara dua orang  guna membuktikan siapa yang paling jantan di antara mereka. Di samping itu, tradisi Peresean juga digunakan untuk meminta hujan.

Memiliki aturan tersendiri, Peresean hanya dilakukan oleh pria dewasa. Mereka akan disenjatai dengan rotan panjang sebagai alat pukul dan tameng (ende) yang terbuat dari kulit kerbau tebal untuk melindungi tubuh. Agar pertandingan tidak berjalan serius hingga menimbulkan keributan, akan ada wasit yang melerai mereka.

Tradisi Peresean dinyatakan berakhir apabila salah satu di antaranya berdarah atau menyatakan kalah. Bisa juga karena waktu pertandingan telah usai apabila Peresean difungsikan untuk menyambut tamu. Nah, selama pertandingan berlangsung, gamelan khas Lombok dimainkan guna meramaikan suasana.

Itulah 3 tradisi di Lombok yang unik dan masih dilestarikan hingga sekarang. Selain itu, ada banyak tempat wisata di Lombok yang layak untuk dijelajahi. Untuk mengunjungi puluhan wisata tersebut, tentunya Anda harus mencari hotel murah di Lombok melalui aplikasi Airy Rooms agar pengeluaran tidak membengkak.

Bersama Airy Rooms, dijamin Anda akan mendapatkan pengalaman menginap di hotel yang menyenangkan. Bagaimana tidak, hotel-hotel tersebut dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, mulai dari air minum, perlengkapan mandi, hingga wifi gratis. Menarik, bukan?